Blog - Latest News

UNIBA Surakarta Perkenalkan STEM-Q, Integrasi STEM dengan Nilai Qur’anik dalam Program STEMREACH 1.0

Surakarta, 8 September 2026 — Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) melalui Program STEMREACH 1.0, kolaborasi internasional bersama Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) Malaysia. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus UNIBA Surakarta pada Selasa, 8 September 2026.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, materi yang secara khusus membahas konsep dan pentingnya STEM disampaikan oleh Dr. Ts. Halimahtun Sadiah Hakimi dari UTP Malaysia. Sementara itu, dari pihak UNIBA Surakarta, Dr. Supawi Pawenang, Wakil Rektor III, melanjutkan pembahasan dengan memperkenalkan gagasan pengayaan STEM melalui nilai-nilai Qur’anik yang dikembangkan UNIBA dengan konsep STEM-Q (STEMQyu). Gagasan tersebut menjadi salah satu penegasan karakter pendidikan STEM di lingkungan UNIBA Surakarta.

STEM sebagai Fondasi Kemajuan Kehidupan

Dalam pemaparannya, Dr. Supawi menjelaskan bahwa STEM memiliki posisi yang semakin penting dalam dunia pendidikan karena berkaitan erat dengan harapan manusia untuk menciptakan kehidupan yang lebih mudah, lebih baik, lebih aman, dan lebih sejahtera.

Menurutnya, manusia membutuhkan sains untuk memahami alam dan menghasilkan pengetahuan, kemudian pengetahuan tersebut dikembangkan menjadi teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan. Dalam proses tersebut, engineering memiliki peran penting dalam merancang, membangun, dan menyelesaikan berbagai persoalan secara sistematis.

Sementara itu, aspek keterukuran, ketepatan, logika, dan kemampuan analitis menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan teknologi dan engineering. Karena itu, STEM menjadi salah satu fondasi penting bagi pendidikan yang berorientasi pada masa depan.

Namun, Dr. Supawi menekankan bahwa STEM tidak semestinya hanya dipahami sebagai kemampuan teknis. “STEM bukan hanya tentang matematika, bukan hanya tentang laboratorium, dan bukan hanya tentang teknologi. STEM adalah cara manusia menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan kehidupan.”

UNIBA Mengembangkan STEM-Q

Sebagai perguruan tinggi yang memiliki identitas keislaman, UNIBA Surakarta memandang perlu memberikan penguatan nilai terhadap pengembangan STEM. Atas dasar itulah, UNIBA memperkenalkan gagasan STEM-Q, yaitu STEM yang diperkaya dan diarahkan oleh nilai-nilai Qur’anik. Konsep tersebut disebut juga STEMQyu sebagai karakter pengembangan STEM di UNIBA Surakarta. “Nama Universitas Islam Batik mengandung identitas Islam. Karena itu, pengembangan STEM di UNIBA tidak cukup berhenti pada kompetensi teknis. STEM perlu diperkuat dengan nilai,” jelas Dr. Supawi.

Nilai tersebut, lanjutnya, digali dari Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam yang mendorong manusia untuk menggunakan akal, mencari ilmu, membaca tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta, menjaga keseimbangan, serta menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan. Dengan demikian, STEM-Q bukan dimaksudkan untuk menggantikan STEM, melainkan memberikan orientasi nilai terhadap penerapan STEM.

Science memberikan kemampuan untuk memahami. Technology memberikan kemampuan untuk menciptakan. Engineering memberikan kemampuan untuk membangun. Mathematics memberikan kemampuan untuk mengukur dan memastikan ketepatan. Sementara itu, nilai memberikan arah mengenai untuk apa seluruh kemampuan tersebut digunakan.

STEM dan Spiritualitas Memiliki Jejak Historis

Dr. Supawi juga menjelaskan bahwa integrasi ilmu pengetahuan dengan nilai spiritual bukanlah gagasan yang sama sekali baru dalam sejarah pendidikan tinggi. Ia mencontohkan Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko, yang berkembang dari lingkungan masjid dan tradisi keilmuan Islam, serta Universitas Bologna di Italia yang berkembang dalam tradisi pendidikan Eropa abad pertengahan yang memiliki keterkaitan kuat dengan institusi keagamaan.

Menurutnya, sejarah tersebut menunjukkan bahwa perkembangan pendidikan tinggi pada masa awal tidak selalu memisahkan secara tajam antara ilmu pengetahuan dan spiritualitas. “Artinya, ilmu pengetahuan dan spiritualitas bukanlah dua dunia yang harus selalu dipisahkan. Dalam sejarah peradaban, keduanya justru pernah berkembang secara berdampingan,” ungkapnya. Atas dasar pemikiran tersebut, STEM-Q UNIBA diharapkan menjadi pendekatan yang mampu mempertemukan kemajuan sains dan teknologi dengan moralitas serta spiritualitas.

Dari Konsep Menjadi Karakter UNIBA

Lebih jauh, STEM-Q diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah istilah atau konsep akademik. UNIBA ingin agar gagasan tersebut dapat diwujudkan secara nyata dalam proses pendidikan, penelitian, inovasi, maupun pengabdian kepada masyarakat. STEM-Q diharapkan dapat terejawantah menjadi ucapan, menjadi kredo, menjadi tindakan, menjadi inovasi, dan akhirnya menjadi outcome nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, UNIBA tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang memiliki kecakapan STEM, tetapi juga generasi yang memiliki knowledge, innovation, and value—pengetahuan yang kuat, inovasi yang maju, serta nilai yang menjadi pedoman dalam penggunaannya. “Teknologi yang semakin maju membutuhkan manusia yang semakin bijaksana. Karena itu, kita tidak hanya ingin menghasilkan smart people, tetapi juga wise people,” tegas Dr. Supawi.

STEMREACH 1.0 sebagai Awal Kolaborasi

Pengembangan STEM-Q tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat kolaborasi UNIBA dan UTP Malaysia melalui STEMREACH 1.0. Program ini tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pertukaran pengalaman akademik, tetapi diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, inovasi, pengembangan mahasiswa, dan pemecahan persoalan nyata melalui pendekatan STEM.

Mahasiswa Indonesia dan Malaysia diharapkan tidak hanya bertemu dan berdiskusi, tetapi juga belajar bersama, menciptakan inovasi bersama, serta menggunakan teknologi untuk menyelesaikan persoalan kehidupan nyata. Melalui STEMREACH 1.0, UNIBA Surakarta dan UTP Malaysia membangun visi bersama untuk menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan dunia sekaligus memiliki orientasi nilai.

Pada akhirnya, STEM-Q diharapkan menjadi salah satu karakter penting pengembangan STEM di UNIBA Surakarta: kemajuan ilmu dan teknologi yang berjalan bersama nilai Qur’anik. Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut:

“STEM for Progress, STEM-Q for Value-Driven Progress.”

Humas Universitas Islam Batik Surakarta
8 September 2026

© Copyright - Universitas Islam Batik Surakarta | Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik Surakarta