Inovasi Mahasiswa UNIBA Surakarta: PROMALIM, Magnet Kulkas Ramah Lingkungan dari Limbah Popok Bayi
Surakarta, 13 November 2025 – Mahasiswa Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta berhasil menciptakan sebuah inovasi produk daur ulang yang menarik dan berorientasi lingkungan, bernama PROMALIM (Produk Magnet Kulkas dari Limbah Popok Bayi). Inovasi ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) yang didanai oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ditjen Diktiristek – Kemdikbudristek RI.
Latar belakang proyek PROMALIM adalah tingginya volume limbah popok bayi sekali pakai yang sulit terurai (membutuhkan waktu 250–500 tahun) dan mencapai lebih dari 286,9 juta kg per hari di Indonesia. Mayoritas limbah ini berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mencemari lingkungan.
Tim mahasiswa UNIBA Surakarta—yang terdiri dari Irvan Wananda Febriansyah, Risal Kartika Bintoro, Muhammad Pandu Prapto Utomo, Ranum Kayla Az-Zahra, dan Latifa Novita Naya—dibimbing oleh Dosen Sri Purwati , menawarkan konsep zero waste dan green economy. PROMALIM dibuat dengan memanfaatkan Super Absorbent Polymer (SAP) dari limbah popok bekas urin sebagai bahan dasar resin untuk menghasilkan magnet kulkas yang layak jual dan menarik. Produk akhir (magnet kulkas) juga didesain sebagai suvenir khas Solo.
Proses pembuatan PROMALIM dibagi menjadi dua tahapan utama. Pertama tahap Pra-Produksi, dimulai dengan penyortiran limbah popok bayi bekas urin, kemudian dilanjutkan dengan pemisahan Super Absorbent Polymer (SAP). SAP yang telah dipisahkan kemudian dicuci, direndam dengan disinfektan, dan dikeringkan. Tahap ini melibatkan kerja sama dengan mitra, yaitu Bank Sampah Kitiran Emas Surakarta (Kampung Iklim Kitiran Surakarta).


Selanjutnya tahap produksi, mencakup pewarnaan, desain dan pencetakan. Pencetakan resin, pengeringan resin, hingga finishing dan pengemasan produk PROMALIM. Hingga saat ini, PROMALIM telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Total produksi mencapai 1.000 unit magnet PROMALIM, dengan angka penjualan saat ini sebanyak 679 unit, atau 67,9% dari total produksi. Dari penjualan ini, tercatat omzet sebesar Rp6.111.000, menghasilkan keuntungan bersih Rp3.224.025 dengan margin sekitar ±36%. Usaha ini juga menunjukkan kelayakan finansial dengan tercapainya Titik Impas (BEP) pada 342 unit dan Periode Pengembalian Modal (PBP) selama 1,8 bulan. Strategi pemasaran mencakup distribusi offline di Bestie Corner, Beqi Mart, Sinar Digital Cemerlang, serta keikutsertaan dalam Gelaran Produk Unggulan Kota Surakarta (PLUT). Promosi digital juga masif dilakukan di Instagram dan TikTok, berhasil meraih lebih dari 1.000 pengikut aktif.


PROMALIM tidak hanya membuktikan bahwa limbah popok bayi dapat diubah menjadi produk suvenir yang layak jual, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular dan berkontribusi pada SDGs 12: Responsible Consumption and Production.
Rencana pengembangan usaha ke depan difokuskan pada peningkatan skala dan jangkauan pasar. Strategi pertama adalah Diversifikasi Produk, yaitu membuat gantungan kunci, hiasan meja, dan aksesoris resin lainnya. Selain itu, terdapat target Peningkatan Kapasitas produksi hingga 2.000 unit. Dalam hal pemasaran, akan dilakukan Ekspansi Pasar dengan memperluas penjualan ke platform digital seperti Shopee dan TikTok Shop. Terakhir, untuk memperkuat dampak sosial, akan dilakukan Pelibatan Mitra dengan melibatkan lebih banyak masyarakat mitra dalam proses produksi. Secara umum, inovasi ini telah menghasilkan luaran yang konkret, termasuk perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI No. EC002025154315), publikasi jurnal Sinta 5, video produk, buku dokumentasi, dan berbagai eksposur media sosial.










