Home / Info Kampus / Fakultas Ekonomi / Rapat Senat Terbuka dalam Rangka Dies Natalis Ke-34 Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta

Rapat Senat Terbuka dalam Rangka Dies Natalis Ke-34 Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta

Rapat Senat Terbuka dalam Rangka Dies Natalis Ke-34 Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta dilaksanakan  Rabu, 26 juli 2017 di Ruang Sidoluhur.  Acara di buka oleh Laporan Rektor Prof. Dr. Ir. Hj. Endang Siti Rahayu, MS. Memasuki acara selanjutnya Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-34 UNIBA Surakarta oleh Prof. Dr. Ir. Rina Oktavani, MS Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB). Dalam orasinya beliau menyataka bahwa  Perguruan tinggi pada hakekatnya adalah  a House of Knowledge, a House of Culture, a Guardian of Value, an Agent of Change, danaPlace of Academic Freedom. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya sebagai rumah atau gudangnya pengetahuan, namun juga mampu menciptakan budaya akademisi yang kental, penjaga nilai/norma, agen perubahan dan benteng atas kebebasan akademis.

Perguruan tinggi tidak akan bebas nilai dari tuntutan dan perkembangan zaman. Kemampuan menyikapi tantangan dan perkembangan yang mengikuti zaman akan sangat menentukan apakah sebuah universitas dapat tetap kompetitif atau kehilangan pasar. Tantangan dan perkembangan inilah yang menuntut universitas untuk menerapkan logika korporasi, dengan mengedepankan prinsip-prinsip efisiensi pembiayaan, memperhitungkan setiap risiko, dan kemampuan untuk memprediksi tantangan dan kecenderungan pada masa yang akan datang.

Tiga perkembangan global pendidikan tinggi saat ini (Ditjen Dikti), yaitu (1) Masifikasi atau menghasilkan keluaran yang massal untuk berhasil di era ekonomi berbasis pengetahuan  dan menuju pendidikan tinggi universal; (2) Globalisasi dimana mobilisasi dosen dan mahasiswa antar negara dan kompetisi tanpa batas negara adalah hal yang sangat masif saat ini; (3) Pengaruh teknologi menjadi modalitas baru dalam pembelajaran  dan jejaring global.

Sebagai anggota PBB, Indonesia turut meratifikasi pencapaian 17 sasaran dan 169 target terkait isu-isu pembangunan berkelanjutan di tahun 2030. Sebagian besar sasaran SDGs, yaitu no poverty, zero hunger, good health and well-being, clean water and sanitation, affordable and clean energy, responsible consumption and production, climate action, life below water, life on land, dan quality education berkaitam erat dengan Perguruan Tinggi. Peluang Indonesia sangat besar sebagai Pemasok Bahan Pangan dan Sumber Energi untuk mencapai SDGs.   Perguruan Tinggi, dengan kekuatan sumberdaya manusia dan penelitian serta pengembangan dapat berperan serta untuk meningkatkan keunggulan komparatif dan kompetitif Indonesia untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Paradigma lama Tridarma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat sudah harus ditingkatkan. Saat ini dan pada masa yang akan datang Tridarma Perguruan Tinggi selayaknya ditingkatkan dengan Otonomi Manajemen Pendanaan dan Komersialisasi Hasil Riset seperti Meningkatkan kerjasama dengan industry, Alih teknologi untuk tujuan pembangkitan pendapatan  (technology marketing), Pengembangan  kewirausahaan dan Melaksanakan spin-offs/start-up sangat diperlukan.

Saat ini, terlepas dari peran tradisional pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pembangunan ekonomi juga menjadi pilar penting Perguruan Tinggi. Perkembangan ekonomi negara dapat ditingkatkan dengan partisipasi aktif Perguruan Tinggi dalam melakukan lebih banyak penerapan pengetahuan yang dapat ditindaklanjuti dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Perguruan Tinggi, melalui penelitian dan pengambangan dapat berperan dalam penciptaan nilai tambah. Bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan. Perani ini sebagai kunci lompata Ekonomi yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peluang penelitian, inovasi dan Networking sangat besar, terutama di bidang Pangan dan Pertanian, Energi, Kesehatan dan Infrastruktur. Ke empat megatrend studies tersebut sangat berkaitan erat dan saling mempengaruhi.

Dari perspektif Perguruan Tinggi, konsep pemanfaatan hasil riset untuk hilirisasi industri dan alih teknologi dapat bersifat sosial berupa pengabdian pada masyarakat dan komersial dengan tujuan bisnis dengan orientasi keuntungan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Kedua hal tersebut akan memberikan dampak positif pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Acara dilanjutkan penyerahan kenang-kenangan dan piagam penghargaan atas diraihnya Gelar Doktor oleh Dr. Hanuring Ayu Ardhani Putri, SH, MH Dosen Fakultas Hukum. Acara selanjutnya sambutan Wakil Walikota Surakarta, sambutan Kopertis Wilayah VI Surakarta, Sambutan Ketua YAPERTIB Surakarta. Acara kemudian ditutup dengan doa.

Check Also

Kajian Bersama awali pembukaan Masjid UNIBA Surakarta

Jum’at 08 Desember 2017 bertempat di Masjid baru Universitas Islam Batik Surakarta digelar kajian bersama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *