Home / Info Kampus / Fakultas Ekonomi / DOSEN UNIBA SURAKARTA: INOVASI GAS DARI LIMBAH SAPI

DOSEN UNIBA SURAKARTA: INOVASI GAS DARI LIMBAH SAPI

Dosen Ekonomi dan Pertanian Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta mengubah limbah sapi menjadi bio gas dan pupuk. Bahkan gas yang dihasilkan setara dengan satu tabung gas melon yang bisa dipakai selama tiga hari pada kebutuhan masak rumah tangga.

Kegiatan ini memang kegiatan pengabdian masyarakat yang didanai oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemendikti) tahun Anggaran 2018,” ungkap Sri Juli Rachmawatie, SP.Msi selaku dosen Pertanian didampingi Riana Rachmawati Dewi, SE.MSi Akt dosen Ekonomi kepada wartawan di UNIBA, Surakarta, Rabu (3/10).

Kegiatan ini, menurut Juli, diberi judul Program PKM Pengusaha Mikro Peternak Sapi Dlam Pemanfaatan Limbah Ternak untuk Gas Rumah Tangga dan Pupuk Pertanian di Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.

Lebih lanjut Juli mengaku, memiliki mitra peternak sapi yang mengungkapkan permasalahan kurangnya pengetahuan atas pemanfaatan teknologi pengolahan limbah sapi dan lingkungan peternakannya muncul bau tidak sedap karena kurang terjaganya kebersihan kandang.

“Salah satu solusi kami untuk menjawab masalah tersebut adalah peningkatan kemampuan dalam mengelola limbah ternak dan penguasaan pemakaian teknologi,” jelasnya.

Untuk itulah, limbah-limbah ternak dalam hal ini sapi melalui teknologi dimanfaatkan dengan diolah menjadi biogas dan pupuk pertanian.

“Kami mencoba membantu membuatkan instalasi biogas, yang dimulai pembuatan lantai kandangnya dalam posisi sedikit miring. Sehingga limbsh yang keluar dari ternak bisa langsung meluncur turun ke bak penampungan yang bisa memuat sebanyak delapan kubik. Bak penampungan juga terdapat mesin degester untuk mengolah menjadi biogas,” jelasnya.

Menurut Juli, dari empat sapi yang dipunyai oleh mitra peternak sapi, dalam sehari bisa menghabiskan limbah ternak sebanyak 60 kilogram. Dari limbah gas yang tertyampung pada bak kemudian diolah oleh degester, kemudian ,menghasilkan gas yang bisa dipakai untuk memasak. Tetapi saat keluar dari degester selain menghasilkan gas, juga sluri.

Sluri itu merupakan fermentasi yang terjadi waktu berada di dalam mesin degester, “ jelasnya.Dengan kata lain, luaran dari mesin Degester, berupa gas untuk masak dan sluri untuk pupuk pertanian.

Gas yang dihasilkan selama tiga hari bisa setara dengan sebanyak gas satu tabung melon. Artinya terdapat efisiensi pengeluaran rumah tangga, atau terjadi penghematan pengeluaran rumah tangga. Sedang untuk sluri yang dipakai untuk pupuk pertanian hingga saat ini masih dalam uji coba pemanfaatanya,” ujarnya.

Check Also

Edutainment Program UNIBA Surakarta-UteM Malaysia

UNIBA Surakarta mengadakan program edutaintment yang bertajuk “Advancement Collaboration Universitas Islam Batik Surakarta and University …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *