Home / Info Kampus / ARIY KHAERUDIN, DOSEN FAKULTAS HUKUM UNIBA SURAKARTA: RAIH GELAR DOKTOR DENGAN PREDIKAT CUMLAUDE

ARIY KHAERUDIN, DOSEN FAKULTAS HUKUM UNIBA SURAKARTA: RAIH GELAR DOKTOR DENGAN PREDIKAT CUMLAUDE

Kamis 19 September 2019, diadakan ujian promosi Doktor di Gedung Utama Fakultas Hukum Universitas Sultan Agung, Semarang.  Sosok tersebut adalah Ari Khaerudin yang dilantik menjadi doktor pada siang itu. Pada Ujian Promosi Doktor tersebut Ari mempertahankan Disertasinya yang berjudul: Rekontruksi Hukum Pemanfaatan Ekspresi Budaya Tradisional Keraton Surakarta Berbasis Nilai Keadilan.

Mengenai Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia belum terdapat adanya perlindungan akan pengatahuan tradisional secara maksimal. Tidak adanya hukum yang mengatur mengenai ekspresi budaya tradisional ini juga merupakan bukti bahwa perlindungan terhadap kebudayaan itu sendiri belum optimal. Hal ini akan membuka celah bagi komersialisasi terhadap produk budaya dan akan merugikan pemilik kebudayaan itu sendiri.

“Pemanfaatan Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) sebagai karya masyarakat adat dibutuhkan sebagai bahan baku ekonomi kreatif. Namun penggunaannya ditengarai banyak yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan belum mendapat perlindungan dalam undang-undang secara positif”, ungkap Ariy Khaerudin dalam pembukaan disertasinya. Oleh sebab itu dalam disertasinya Ari mengusulkan konstruksi hukum untuk mengatur pemberian Hak Kekayaan Intelektual pada produk Kebudayaan Keraton Surakarta. Hal tersebut dilandasi belum adanya aturan mengenai EBT serta pemberian HKI di lingkup keraton surakarta.

Ari beranggapan bahwa ketiadaan aturan mengenai pemanfaatan hasil budaya masyarakat rentan menimbulkan penyalahgunaan (misuse atau missappropriation) maupun komodifikasi hasil budaya masyarakat Tradisional. Ari memberikan contoh bahwa hal tersebut telah terjadi di negara lain. “Kasus seperti ini tidak hanya terjadi di negara berkembang, di New zaeland terdapat Suku Maori. Simbol budaya Suku Maori sering dipergunakan untuk tujuan komersial. Seperti contoh pada kasus Maori Moko-tato khas suku Maori- yang digunakan untuk mempromosikan seri F-150 lightning Rod oleh Ford Motor pada pameran mobil Chicago” kata Ari.

Melaui disertasi tentang kebudayaan tersebut akhirnya mengantarkan Ariy Khaerudin meraih gelar Doktor dengan predikat Cumlaude. Ariy tercatat sebagai Doktor yang ke-240 dari Universitas Sultan Agung. Harapan dengan bertambahnya doktor di bidang hukum ini adalah perkembangan ilmu pengatuhan di Fakultas Hukum UNIBA Surakarta semakin maju, yang nantinya mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.

 

Check Also

KOLABORASI BI SURAKARTA-UNIBA SURAKARTA: KULIAH UMUM REVOLUSI SISTEM PEMBAYARAN DI ERA EKONOMI DIGITAL

Senin, 14 Oktober 2019, Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi UNIBA Surakarta mengadakan kuliah umum bertemakan Revolusi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *